Rabu, 16 Maret 2016

Maraknya Apatisme dikalangan Masyarakat Saat Ini

Apa yang kita miliki hanyalah sebuah titipan. Titipan itu harus dijaga secara bersama-sama bukan secara perorangan agar apa yang kita miliki menjadi bermanfaat baik untuk kita maupun orang lain disekitar kita.Tapi kenyataannya, bagaimana suatu benda atau material bisa terjaga dengan baik apabila individu satu dengan individu lainnya terbentur suatu problem tanpa ada solving. Begitu juga kita sebagai manusia. Sebagai manusia perlu ditekankan juga kepada kita menjaga hubungan antar sesama. Perlu ada kesadaran masing-masing individu. Mereka harus menyadari terlebih dahulu karakter individu disekitar mereka itu seperti apa , bagaimana cara pendekatan dengan mereka tanpa ada iming-iming , dan waktu yang tepat untuk melakukan pendekatan tersebut serta saling menghargai antar sesama. 

Berbicara mengenai sikap saling menghargai antar sesama. Pada zaman modren ini, tak banyak yang dapat kita jadikan sebagai contoh karena pengaruh budaya dari negara barat yang terlalu marak dikalangan kita. Sehingga kita sebagai generasi muda larut akan budaya tersebut dan lupa bahwa kita dulunya adalah bangsa yang identik dengan sikap saling menghargai. Lalu, siapakah yang paling bertanggung jawab atas perubahan perilaku bangsa kita saat ini? Tentu itu kembali kepada masing-masing individu sebagai pelaku perubahan tersebut. Sebagai individu seharusnya ia harus menanamkan dalam hati dan dirinya bahwa segala sesuatu yang berupa pengaruh dari luar hendaknya di filter terlebih dahulu. Menimbang dampak yang diberikan cukup besar. Terutama terhadap individu dan orang-orang disekitar individu tersebut. Namun sangat disayangkan, apatisme masyarakat sangat tinggi sekali.