Rabu, 14 Desember 2016

SAPTA Pesona Ngalau Posuak Sijunjung


Ngalau Posuak berada di Jorong Taratak Batuang Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Jaraknya sekitar 15 km dari kota Muaro Sijunjung.Jika datang dari Muaro Sijunjung sangat disarankan mengisi bahan bakar terlebih dahulu karena perjalanan kesana tidak ada pom bensin yang ada hanya penjual bensin eceran yang tentunya harganya lebih mahal.Butuh 30 menit perjalanan untuk ke titik awal pendakian dan sangat disarankan menggunakan kendaraan roda dua karena nantinya akan melewati jembatan gantung dengan lebar hanya 1,5 meter, praktis kendaraan jenis roda empat tidak akan bisa melewatinya.

Akses jalan menuju Ngalau Posuak terbilang kurang baik karena banyak kondisi jalan yang rusak, sempit  dan bergelombang sehingga Anda harus hati-hati. Apalagi jika melakukan perjalanan saat musim hujan. Seperti yang penulis lakukan beberapa bulan yang lalu. Kondisi saat itu, jalan penuh lumpur. Bansepeda motor yang kami kendarai tercebur ke dalam lumpur, hingga melesat beberapa jam. Lama berselang, tibalah penulis di area parkir atau di kaki bukit Ngalau Posuak. Penulis memarkirkan kendaraan serta helmnya kepada petugas yang ada di sana.

Setelah itu,petugas menghimbau para pengunjung tidak boleh trekking ketika sudah lewat jam 4 sore, tidak boleh berbuat mesum dan peraturan – peraturan lainnya yang dibuat guna menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung.

Kemudian, penulis melanjutkan perjalanan. Mulailah kami mendaki bukit Ngalau Posuak. Mengandalkan akar pohon sebagai pegangan serta mengandalkan urat sebagai pijakan. Saat itu kami merasakan sensasi yang luar biasa. Kami cukup khawatir, karena pendakian tersebut belum seutuhnya di rapikan. Semak-semak saat itu masih mengenai kaki kami. Ini menandakan pendakian bukit Ngalau Posuak belum terperhatikan sepenuhnya.

Di tengah perjalanan, di atas bukit sebelum sampai ke tujuan, penulis bisa melihat suguhan pemandangan yang menarik. Di sekeliling ada bukit-bukit kecil , dan kita bisa melihat hamparan sawah yang luas dan hijau dari atas bukit tersebut. Saat itu, penulis beristirahat sejenak karena di sana ada sebuah pondok kecil beralaskan kayu yang kerap disebut kayu ‘sadiah’ bagi orang sijunjung.

Menurut saya Sapta Pesona dari Ngalau Posuak yaitu:

AMAN
Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa aman, tenteram, tidak takut, terlindungi dan bebas. Dalam hal ini, saya belum merasakan keamanan saat berkunjung ke ngalau Posuak. Kenapa? Karena, saya merasa tidak aman ketika sampai di area parkir, masih ada petugas yang menjaga kendaraan saya dan pengunjung lainnya dan helm yang kita pakai dititipkan di sana.

Dalam perjalanan saat mendakipun saya merasa tidak aman, karena saya merasa takut ketika mendaki tidak ada orang yang menjadi penunjuk arah atau sebagainya. Hanya ada teman saya. Otomatis, kami mencari sendiri jalan yang kami lalui, dengan melihat dan memilah mana jalan yang belum dijamah dan mana yang sudah.

TERTIB
Begitupun dengan ketertiban. Saat di sana, memang tidak ada yang mengatur. Namun, saat kendaraan kami melintasi jalan yang sempit, kami berpapasan dengan motor kendaraan pengunjung lain. Otomatis, kami harus mengalah dan menepi. Karena pengunjung tersebut tak jua menepi.

BERSIH
Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat seperti . Saat di perjalanan, kami menemukan botol-botol minuman pengunjung berserakan. Bukan saat diperjalanan saja, saat menginjakan kaki di atas bukit tersebut, kami juga melihat sampah makanan dan minuman pengunjung berserakan.
SEJUK
Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi memberi suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tenteram.
INDAH
Indah yang selalu sejalan dengan bersih dan tertib serta tidak terpisahkan dari lingkungan hidup baik berupa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maupun hasil karya manusia. Bagi saya, keindahan di atas bukit Ngalau Posuak sudah merupakan suatu keindahan yang tak bisa diungkakan dengan kata-kata. Karena begitu menakjubkan dengan pemnadangan dari atas  bukit.

RAMAH  TAMAH
Masyarakat sekitar bukit Ngalau Posuak cukup ramah. Mereka tersenyum kepada kami setelah turun dari bukit sambil berkata,” Baa nak? Lah sampai ka ateh nyo tadi? Nyo di ateh tu yang ancak na,” cerita ibu tersebut.

KENANGAN
Begitu banyak kenangan saat itu. Melihat perjuangan sahabat saya menemani saya untuk mewujudkan keinginan saya untuk mendaki bukit tersebut. 

Selasa, 13 Desember 2016

Pentingnya Menjemur Bantal dan Kasur Secara Rutin


Saat ini banyak dari kita yang disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti belajar, bekerja dan aktivitas lainnya, sehingga kita lupa untuk menjaga kebersihan bantal dan kasur yang kita gunakan siang dan malam hari. Padahal tempat untuk melepas penat usai beraktivitas tersebut, belum tentu bersih karena kuman yang menempel di bantal dan kasur bisa menyebabkan kesehatan kita menjadi terganggu. Untuk itu penting bagi kita untuk membiasakan hal-hal kecil agar tidak menimbulkan dampak besar. Berikut uraian tentang pentingnya menjemur bantal dan kasur secara rutin.

1.      Meningkatkan Volume
Bantal, guling dan kasur akan mulai kehilangan sedikit demi sedikit volumenya dalam jangka waktu tertentu. Anda bisa mengembalikannya kembali ke bentuk awal dan lebih awet dipakai, caranya dengan menjemurnya di bawah terik matahari.

2.      Menghilangkan Debu yang Mengendap
Panas matahari bisa menghilangkan debu yang tak kasat mata di bantal dan kasur kita. Dengan demikian akan menghindarkan dari gatal dan penyakit kulit, bahkan penyakit paru-paru. Caranya, dengan memukulkan kayu atau benda kuat ke arah bantal dan kasur, hingga terlihat debu-debu yang menempel beterbangan. Sembari melakukan hal tersebut alangkah baiknya, Anda menutup hidung agar debu tersebut tidak terhirup.

3.      Mengurangi Lembab
Lembab bisa terjadi karena suhu ruangan kamar, udara, ompol, bekas basahan lain dan sebagainya. Akibatnya bantal dan kasur Anda berbau tak sedap. Untuk itu, Anda perlu menjemur kasur Andaagar  lebih kering dan nyaman, juga menghalau tumbuhnya jamur pada permukaan bantal dan kasur.

4.      Membuat Tidur Lebih Nyaman
Dengan bantal dan kasur yang rajin dijemur, tidur akan terasa lebih nyaman. Tidak ada aroma lembab, kasur dan bantal tidak keras dan tidak ada rasa gatal yang mengganggu di kulit.

5.      Mencegah Sakit Leher
Kerap kali kita merasa sakit leher, mungkin bantal yang kurang dijemur. Coba jemur bantal Anda selama beberapa waktu. Setelah agak mengembang dan hangat, bisa digunakan untuk tidur dan rasanya akan lebih nyaman digunakan.
Itulah manfaat menjemur bantal dan kasur. Coba jemur minimal bantal Anda seminggu sekali di akhir pekan. Tidur jadi lebih nyenyak dan menyehatkan. Selamat mencoba. Rizka(Diolah dari berbagai sumber)


Senin, 12 Desember 2016

Palito Nyalo, Wadah Seni Kota Padang


Di era globalisasi ini kata musik merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita ,baik di kota besar,maupun didesa-desa, remaja, dewasa,golongan tua, muda, anak–anak mengenal apa itu musik, bukan hanya sebagai hiburan semata tetapi musik dapat juga megekspresikan pendapat serta merupakan sarana untuk pendidikan. Selain itu, musik juga merupakan kekuatan kebudayaan. Namun pada saat sekarang ini , musik yang berkembang kebanyakan musik populer. Seni musik tradisional sudah terbelakangkan.

Mengkaji sesuatu yang berkaitan dengan hal tradisi alangkah baiknya menggunakan bahasa dimana tradisi daerah tersebut lahir. Karena jika tidak menggunakan bahasa daerah itu sendiri akan sulit mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Grup Palito Nyalo terdiri dari dua kata yaitu Palito dan Nyalo. Palito itu dalam bahasa Indonesia sama artinya dengan Pelita. “Palito Nyalo di bahasa Indonesiakan menjadi pelita yang bernyala. Dalam bahasa minangnya yaitu “Dama nan iduik”. Dama nan iduik akan memberikan sinar cahaya. Ia menjadi inti dan pusat cahaya. Ia akan memberikan cahaya kepada yang disekitarnya yang mampu ia jangkau,” ungkap salah seorang pelaku seni grup Palito Nyalo.

Grup Palito Nyalo lahir pada tahun 1989. Pendiri dari grup Palito Nyalo bernama Jamaluddin Umar. Ia bergelar Rajo Kuaso. Selain itu, sejak berdirinya grup palito nyalo diprakarsai oleh beberapa orang. Salah satu intinya adalah Rajo kuaso. Selai itu, Palito Nyalo diketuai oleh Dasrul, S.S, Msi.

Grup Palito Nyalo masih berkembang sampai sekarang. Saat ini telah berumur 25 tahun. Grup palito nyalo tidak pernah mati baik dikalangan mereka itu sendiri maupun dari kalangan masyarakat sekitar. Maju mundur itu dalam sebuah tradisi itu hal yang biasa, itu membuktikan kekuatan kita dalam melestarikan budaya.

Visi atau hal yang mendasar dari grup palito Nyalo yaitu menggali dan menumbuh kembangkan seni tradisi Minangkabau. Terbukti dengan terlestarikannya bentuk kesenian seperti :
1.      Randai
2.      Silek
3.      Tari Tradisional
4.      Musik Tradisional
5.      Alur Pasambahan

Bukan hanya sebagai wadah pengembangan diri saja, Palito nyalo sudah tampil di beberapa tempat. Di seluruh daerah Sumatera barat telah dijejakinya kecuali mentawai. Lalu di bagian pulau Sumatera hanya Aceh yang belum dijejakinya. Kemudian juga pernah tampil di negeri seberang yaitu Malaka.  Pernah juga ke Hawai, cuma hanya mengirim perwakilan untuk mengajar randai di Universitas Hawaii. Itulah bukti dari proffesionalitas pemain yang bergelut dalam randai.

Kemudian, motivasi terbesar Palito Nyali tergantung kepada kita sebagai generasi muda, apakah kita masih cinta dengan kebudayaan kita sendiri. Jika kita mencintai budaya kita, maka kita kembali melestarikan apa yang kita punya. Kata-kata motivasi yang harus ditanamkan “kita punya tradisi, kita punya kebudayaan, jika belum paham dan kita harus mempelajarinya,” tutup salah seorang pelaku seni grup Palito Nyalo. (Rizka)







Minggu, 11 Desember 2016

Mitos Alis Menyatu


Berbagai mitos alis menyatu pernah menjadi trending topik. Hal ini dikarenakan kelainan genetik atau Cornelia De-Lang Syndrome tersebut tidak semua orang memilikinya Terutama bagi manusia di Indonesia.Alis menyatubagi sebagian masyarakat cukup spesial, seksi, dan lebat. Kemudian, identik dengan pertanda kasih yg tulus, semangat, pekerja keras, penolong, namun sangat acuh terhadap orang yg baru di kenal.  Namun, beda negara, beda daerah, juga beda kepercayaannya. Berikut beberapa mitos tentang alis menyatu :

1.      Lambang Kesucian
Ada anggapan turun-temurun kalau alis menyatu adalah lambang kesucian untuk wanita dan kejantanan untuk pria. Kepercayaan ini berkembang sejak Dinasti Qajar berkuasa di Iran pada tahun 1785-1925.

2.      Lambang Kejahatan dan Keburukan
Bagi orang-orang Barat, alis menyatu justru adalah lambang kejahatan. Konon, diduga orang yang alisnya menyatu terlihat aneh, berbulu dan seram. Penulis sendiri pernah takut memiliki alis yang menyatu, konon katanya saat ajal menjelang, orang yang memiliki alis menyatu akan meninggal dalam keadaan memprihatinkan dan berada dalam kondisi buruk.

3.      Punya Indra Keenam
Salah satu yang fenomenal adalah orang yang memiliki alis menyatu dianggap punya indera keenam atau bisa melihat makhluk gaib.

4.      Jodohnya Kerabat Dekat
Alis menyatu mungkin saja tampak pada orang-orang Indonesia bila mereka mewarisi gen tersebut. Percampuran gen juga menimbulkan variasi pada alis menyatu. Pada beberapa orang, alis menyatu tidak tampak jelas tetapi masih terlihat "rambut-rambut halus" di antara alis. Salah satu pendapat masyarakat di Indonesia terkait alis menyatu ialah akan mendapat jodoh kerabat dekat.

5.      Cantik ketika Dewasa
Beberapa orang ada yang tertarik memiliki alis yang menyatu, konon katanyadengan alis menyatu mereka terlihat cantik ketika dewasa. Bahkan, tak tanggung-tanggung mereka rela merogoh kocek untuk menyatukan serta mempertebal alisnya.
Terlepas dari apapun mitos seputar alis yang menyatu, penulis hanya percaya sama Allah SWT. Penulis tidak pernah suudzon apalagi minder punya alis menyatu. Inilah mitos tentang alis menyatu. Semoga bermanfaat. Rizka(Diolah dari berbagai sumber)



Sabtu, 10 Desember 2016

 "Cinta tidak harus memiliki dan kita tidak bisa memaksakan keadaan untuk memilikinya. Namun pahamilah diberi harapan yang sangat meyakinkan lalu ditinggalkan itu sangat sakit rasanya."

Aku pernah suka tutur sapanya. Aku pernah suka senyum di wajahnya. Aku suka segala sesuatu dari dirinya. Semua aku suka.

Berawal dari pandangan dan tegur sapa. Berlanjut kepada komunikasi intens via BBM. Hingga suatu ketika rasa itu muncul dan aku ingin dirinya. Ingin berada di sampingnya, bukan untuk menjadi pendamping, melainkan jadi seorang perempuan yang ingin membuat ia selalu tersenyum di setiap harinya.

Tibalah saatnya.........................................................................................................................................
Dia (lelaki hitam manis itu) menanyakan seperti apa perasaanku kepadanya. Aku terkejut ketika itu. Ingin tersenyum, takut kecewa. Ingin menangis, tapi tak ada alasan untuk menangis saat itu.

"Ka, sebenarnya, ika itu kek apa sama abang?


"Emank kenapa tu bang?


"Abang pengen tahu aja," ujarny.


Aku terus mencoba mengalihkan pembicaraan malam itu ke hal yang lain. Namun, aku juga berpikir, jika tak malam itu juga aku mengungkapkan, aku takut kesempatan itu tak datang dua kali. Dengan gugup aku menjawab:

"Sebenarnya bg, aku udah anggap abang lebih dari abang,"

Tapi jawabannya sungguh membuat hati ini teriris
"Maaf ya ka. abang gak bisa bales perasaan ika. abang nganggap ika sama kek yang lainnya. Segan abang sama ika aa"

Sambil menahan tangis aku menjawab:
"Gapapa bang. kenapa pulak segan? lupakan saja apa yang ika katakan malam ini bang. ika gak akan ganggu abang lagi.


Terus dia hanya membalas chat ku denga senyuman.

Sejak saar itu aku tak ada lagi menghubunginya. Hingga saat ini hubungan pertemanan kami renggang.



Bagi saya, kata malam pernah menjadi penanda tentang sebuah gelap. Tanpa cahaya. Tetapi apakah memang benar demikian? Bahwa malam selalu gelap. Menurut saya tidak. Saya ingin membuktikan bahwa malam juga mempunyai cahaya. Dan menggugurkan penanda bahwa malam identik dengan gelap.

Gelap. Apakah selalu hitam? Hitam. Apakah selalu gelap? Sebagai pembuka, coba deh kamu baca lirik lagu di bawah ini.


kapan ku bisa melihat
senyuman yang seperti dulu
dimana kan ku dapati
keriangan dan canda tawamu
begitu suram hatimu
jiwamu pun meledak-ledak
kau tak seperti biasa
terlalu lama memendam rahasia
aku rindu pada dirimu yang dahulu
kapan kau bisa tersenyum lagi
seperti indah mentari pagi
yang menyinari dan menerangi bumi
“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.” Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Kata-kata tersebut tak berhenti berdengung di telinga saya. Setiap saya mulai bercerita, ujung-ujungnya selalu mengarah bahkan diarahkan ke sana. Akhirnya sakit sendiri, bingung sendiri, kecewa sendiri. Padahal terkadang yang saya khawatirkan itu malah sama sekali tidak terpikirkan oleh orang yang saat ini memberi secuil harapan buat saya.  

Leader Syndrome, Kebiasaan Buruk Pemimpin Masa Kini


Seseorang nan terkena "Leader Syndrome" bagi saya adalah seseorang yang menjadi sosok menyebalkan, mengganggu, egois, dan sebagainya. Hal ini saya temukan ketika menduduki bangku perguruan tinggi.

Dalam berbagai teori, karakteristik kepemimpinan seseorang dapat dikategorikan macam-macam. Bagi nan pernah atau sedang mempelajari ilmu-ilmu sosial, tentu hal ini bukan barang baru. Bagi seseorang nan awam akan istilah-istilah macam itu, mungkin hanya akan menyebutkannya dengan sifat-sifat eksklusif nan ada pada diri manusia.

Saya pernah menemukan sosok-sosok pemimpin nan secara kasat mata sangat ideal sekali bagi saya. Mereka sangat komunikatif, terbuka dlm menerima kritikan, tahu bagaimana cara menyemangati anak buah nan sedang ‘loyo’, cakap dalam memimpin organisasi, dan lain-lain. Sesuatu nan sepertinya didambakan seseorang dari sosok seorang pemimpin. Tetapi, pada akhirnya, ada satu-dua hal nan menyadarkan aku bahwa mereka hanyalah seorang manusia saja. Yang cacatnya niscaya ada, dan stigma itu seolah baru akan menyadarkan setiap orang nan mengenalnya bahwa seorang pemimpin siapapun dia tak akan pernah menjadi seorang malaikat. Manusia hanyalah manusia nan memiliki sisi jelek dan baik.

Dan saat ini, aku menemukan sosok pemimpin nan dapat dibilang di luar dari bayangan ideal seorang pemimpin bagi diri saya. Ia tak suka dikritik, jika diberi masukan maka jawabannya sangat pedas, tak pandai memperhatikan kebutuhan anggotanya, sulit berkoordinasi dengan nan lain, sombong dalam berbicara, dan otoriter dalam memberikan perintah. Ia secara implisit dan tersurat sering menyatakan: "Jika ada aku semua beres."

Dua tipikal pemimpin nan sangat berbeda memang. Masing-masing niscaya ada lebih dan kurangnya. Saya hanya berpikir ulang, bahwa mungkin sindroma macam ini tak akan menimpa orang-orang nan berkepribadian lebih baik dari contoh pemimpin nan kedua nan aku paparkan di atas. Seseorang nan matang dlm kepribadian, memiliki ketulusan hati, kerendahan hati, tak arogan dan menyadari bahwa menjadi bagian dari orang-orang nan memegang tampuk kepemimpinan seharusnya menjadi nan paling pertama merendahkan diri di hadapan Allah sebab tanggung jawab nan begitu besar. Menjadi nan paling bersabar dan bersahabat di antara manusia sebab mereka ialah bagian dari tanggung jawabnya, kebaikan dan keburukan nan terjadi pada anggota-anggotanya ialah juga harus ia pedulikan, dan menjadi nan paling bersyukur apabila ada nan mengkritiknya karena manusia selalu harus mengkoreksi diri dan memperbaiki.


Jumat, 09 Desember 2016

Mancari Belalang, Tradisi Unik Masyarakat Sijunjung



Belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin dan mineral. Belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Selain itu, kulitnya juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi.  Belalang juga dapat  memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A

Dengan melihat kandungan nutrisi yang terkandung dalam belalang, tak heran jika masyarakat berbondong untukmembiasakan Mancari belalang. Salah satunya Masyarakat Jorong Hilia Pasa Jumak, Kenagarian Muaro Sijunjung dan beberapa daerah lain di Kabupaten Sijunjung. Ketika musim panen selesai, petani-petani tersebut sering mencari belalang yang biasa dilakukan menjelang subuh atau ketika malam tiba. Hal tersebut tidaklah mudah, butuh ketelitian dan kesabaran sebab belalang bisa berpindah tempat dan terbang menjauhi para petani.

Sebelum berangkat mencari belalang, para petani membuat sebuah lampu minyak. Lampu minyak tersebut digunakan sebagai penerang saat turun ke sawah malam dan menjelang subuh. Setelah itu, baru langsung mencari belalang. “Dalam hal ini, petani turun ke sawah secara perorangan di lokasi yang berbeda sebab akan sulit menangkap belalang tersebut jika dilakukan secara bersama-sama,” ungkap salah seorang petani.

Langkah demi langkah mereka lewati. Tak kenal dingin, tak kenal daun padi yang melukai telapak kaki mereka. Para petani tetap bersemangat dan pantang menyerah sebelum mendapatkan belalang untuk dibawa pulang.
Setelah matahari mulai muncul, para petani pulang dengan membawa hasil tangkapannya. Hasil tangkapan tersebut bisa dijadikan lauk yang gurih untuk dinikmati keluarga keesokan harinya. Ada yang digoreng sampai kering hingga membuat rendang untuk disantap oleh keluarga. Lezat bukan? 

Cara pengolahannya juga relatif singkat. Belalang yang sudah ditangkap dari ladang atau sawah kemudian dibersihkan kotoran di perutnya. Setelah dibersihkan kemudian dicuci dan kemudian dicampur dengan bumbu, selanjutnya dimasak menjadi belalang goreng gurih.

Selain itu, untuk konsumsi keluarga, belalang juga dijadikan sebagai penambah penghasilan bagi para petani di daerah Sijunjung.Belalang yang berhasil ditangkap di jual di pasar daerah Sijunjung dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar Rp 5000,00 per cupaknya. Lumayan bukan?

Nah, untuk Anda yang tertarik untuk mancari bilalang, boleh-boleh saja. Karena belalang bisa ditemukan dimana saja terutama di sawah. Selain itu, Anda juga bisa datang ke sijunjung untuk mencoba masakan belalang khas Sijunjung. (Rizka)